Welcome to our website
Go to homepage

Rabu, 14 November 2012

FUNGSI HUB DAN SWITCH HUB

Dalam Jaringan komputer kita perlu hub yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTP dengan Crimping dengan metode cross cable.
Klik disini :
Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer2 tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port2 yang ada di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC. Sekarang ini banyak orang menilai hub sudah cukup untuk mengatasi problema seperti itu, tetapi dilihat dari sisi lain ternyata hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IP Tujuan.

 Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan. Tetapi bagaimana dengan ratusan ? atau bahkan mungkin ribuan? disinilah fungsi switch sebenarnya bekerja.Di bidang jaringan komputer seringkali kita mendengar kata hub dan switch, bentuknya mirip dan fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan. Beberapa waktu yang lalu penulis mendapati pertanyaan sederhana mengenai perbedaan antara hub dan switch dari beberapa rekan penulis.

 Melalui artikel kali ini penulis akan bahas secara singkat mengenai perbedaannya. Dari tampak luar, sebuah hub atau switch terlihat sama, keduanya memiliki jack RJ-45 untuk berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai mengenai perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kita lihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu hanya satu device yang dapat mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktu tertentu. Jika lebih dari satu device berusaha mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision. Setelah collision terjadi maka setiap device tadi harus melakukan proses pengiriman data kembali (re-transmit). Dapat dibayangkan jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah maka otomatis kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karena akibat collision ini semua device akan melakukan proses re-transmit maka otomatis traffic jaringan akan menjadi relatif lebih lambat. Sebelum ditemukannya teknologi switch, suatu jaringan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa segment dengan suatu device yang dinamakan bridge. Bridge memiliki dua buah port ethernet. Jika ada traffic ke dalam jaringan maka secara otomatis bridge akan mengamati device-device yang terlibat di dalamnya dari kedua sisi (melihat berdasarkan MAC address-nya). Bridge kemudian akan mampu membuat keputusan untuk mem-forward atau tidak mem-forward setiap paket data menuju ke device tujuan  

Hub Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast). Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network.Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan mengijinkan computer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.

Kapabilitas yang disediakan hub ------------------------------- Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut: - memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan - workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater) - menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda - (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault - tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang - tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic) Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi. Cara kerja Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja). Switch ------ Switch Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN. Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router. Kenapa Switch Lebih Baik? Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh misalnya ada suatu switch yang pada port-nya terpasang beberapa device berikut ini: - Computer 1 - Computer 2 - Computer 3 - Printer - File Server - Uplink ke internet Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Pada kasus ini, Computer 1 dapat melakukan proses print (cetak) dokumen, sementara itu Computer 2 bisa mengakses file server, dan sementara itu pula Computer 3 dapat melakukan akses ke Internet. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja. Ini juga yang disebut dengan hubungan antar device yang simultan dan bersifat independen. Jadi kesimpulannya di dalam switch terdapat suatu mekanisme filtering dan forwarding terhadap traffic jaringan yang melewatinya.

Switch Bekerja pada lapisan data link ( Baca posting mengenai OSI Layer ) tetapi memiliki keunggulan di mana masing-masing port memiliki domain collision sendiri ( Port memiliki jalur data sendiri-sendiri ) Switch juga menganut sistem mac address learning dimana dia akan memiliki tabel pernerjemah pusat yang memiliki daftar penerjemah untuk semua port.

Switch juga dapat membuat VPN antara port pengirim dan penerima. Switch ini menggunakan transmisi full duplex dimana memiliki jalur antara receive dan transmit data secara terpisah. dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis :

1. Store and Forward - switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap
2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap
3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas Switch Juga diperkuat oleh teknologi VLAN ( Virtual LAN ) dimana dia mampu Mensegmentasi jaringan LAN secara logika tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Switch juga dapat berfungsi sebagai Spanning Tree protokol yang bersifat redundant jika dia menilai suatu jalur itu sibuk maka dia ( switch ) akan memilih jalur lain yang tidak sibuk.

 Sumber bisa di Download di : http://andrinda.wordpress.com

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru dan istimewa. Hampir setiap kantor, perusahaan, lembaga, atau sekolah menggunakannya untuk memperlancar pertukaran data dan informasi. Berdasarkan cakupannya, jaringan komputer dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
Klik disini :
1. Jaringan Komputer Lokal (Local Area Network - LAN) Local Area Network (LAN), merupakan sejumlah komputer yang saling dihubungkan di suatu areal yang tidak begitu luas, seperti di dalam kantor, kampus, atau perusahaan yang biasanya berjarak tidak lebih dari satu kilometer. LAN banyak digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi (PC) guna mempermudah pertukaran data dan berbagi pakai (memakai bersama) peralatan seperti printer.
2. Jaringan Komputer Metropolitan (Metropolitan Area Network - MAN) Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN sering digunakan untuk menghubungkan kantor-kantor perusahaan atau instansi yang letaknya berjauhan, misalnya dari satu kota dengan kota yang lain. MAN mampu menunjang komunikasi data dan suara, bahkan dapat dihubungkan dengan jaringan televisi kabel. Contoh jaringan MAN yaitu jaringan yang menghubungkan sebuah bank dengan beberapa kantor cabang yang ada di kota lain, misalnya suatu bank yang berkantor di Jakarta dengan kantor cabang di wilayah Bogor dan Tangerang.
3. Jaringan Komputer Luas (Wide Area Network - WAN) Wide Area Network (WAN) jangkauannya meliputi wilayah yang lebih luas, seringkali mencakup beberapa provinsi, antarpulau, antarnegara, bahkan antarbenua. WAN terdiri dari kumpulan komputer dan peralatan pendukungnya, sehingga dapat menjalankan program-program aplikasi pemakai. Contoh jaringan WAN adalah jaringan yang menghubungkan sebuah perusahaan yang ada di Bandung dengan perusahaan rekanannya yang ada di Hongkong. Mereka dapat saling berkomunikasi dan bertukar data hanya dalam beberapa menit. Karena melintasi jarak yang cukup jauh, pengaturan WAN lebih rumit dan kompleks dibandingkan LAN maupun MAN.
4. Internet Internet merupakan kumpulan berbagi jaringan komputer yang saling terhubung. Ada banyak jaringan komputer di dunia ini, yang seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Akibatnya, jaringan satu dengan yang lain terkadang menjadi tidak kompatibel. Agar mereka bisa saling terhubung dalam jaringan internet, diperlukan sarana yang disdbut gateway guna menjembatani komunikasi. Kumpulan jaringan yang saling terkoneksi inilah yang disebut internet. Jaringan komputer juga dapat dibedakan berdasarkan media transmisi data, yaitu jaringan kabel (wire network) dan jaringan tanpa kabel (wireless network). Jaringan kabel bisa memakai kabel koaksial, kabel ulir, atau serat optik seperti yang telah kamu pelajari. Jaringan tanpa kabel menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mentransmisikan data. Jaringan ini merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan kabel. Misalnya seseorang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi ketika sedang berada di atas mobil atau pesawat terbang. Orang itu mutlak membutuhkan jaringan tanpa kabel karena koneksi kabel tidak mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang. Saat ini jaringan tanpa kabel semakin banyak digunakan karena praktis dan fleksibel dengan kecepatan akses yang cukup baik.

Berikut 10 keahlian it yang dicari-cari

Bidang teknologi informasi (TI) kerap digembar-gemborkan punya masa depan, peluang kerjanya yang besar, gajinya termasuk menggiurkan. Mau tahu apa saja keahlian teknologi informasi yang bakal paling dicari di masa depan? Berikut ini adalah daftar yang kami ambil dari berbagai sumber.
Klik disini :
1. MOBILISASI APLIKASI Mobilitas mengubah gaya hidup orang. Sekarang, perangkat genggam seperti ponsel PDA dan smartphone menjadi alat bisnis yang penting. Akibatnya, banyak perusahaan membutuhkan orang yang membutuhkan orang yang mampu memperluas penggunaan aplikasi seperti ERP atau procurement ke perangkat mobile.

 2. JARINGAN NIRKABEL Perkembangan standar teknologi nirkabel seperti Wi-Fi, WiMax, dan Bluetooth membuat keahlian mengamankan transmisi nirkabel berada di peringkat paling atas. Yang banyak dibutuhkan saat ini adalah administrator jaringan dengan spesialisasi di bidang wireless~seseorang yang tahu bagaimana perangkat wireless bekerja di jaringan, bukan sekedar teknisi.

3. DESAIN ANTARMUKA Bidang lain yang menjajikan adalah interaksi antara komputer dan manusia atau desain antarmuka (user interface), baik desain aplikasi web maupun desktop.

 4. PROJECT MANAGEMENT Perusahaan membutuhkan calon-calon manajer proyek (project manager) yang bisa memimpin tim, membuat project life cycle yang masuk akal, dan mampu mengelola sebuah proyek. Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan saat wawancara kerja adalah bagaimana cara mengatasi konflik dalam tim.

5. JARINGAN UMUM Bidang TI tak bisa lepas dari jaringan sehingga professional TI berlatar belakang non jaringan pun sebaiknya memahami konsep-konsep dasar jaringan, seperti TCP/IP, Ethernet, serat optis, dan komputasi jaringan.

6. TEKNISI JARINGAN KONVERGENSI Makin banyak perusahaan yang mengimplementasikan VoIp, makin besar pula kebutuhan mereka akan administrator jaringan yang memahami seluk beluk jaringan (jaringan LAN, WAN, dan internet) dan bagaimana konvergensinya. Ini merupakan peluang bagi orang-orang yang pernah bekerja di bidang telekomunikasi dan memahami jaringan TI, atau sebaliknya.

7. PROGRAMMING OPEN SOURCE Kemampuan programming Linux, Apache, MySql, dan PHP (atau bisa disingkat LAMP) bisa dibilang sangat diminati. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpuasan costumer dan kekuatiran mereka terhadap masalah sekuriti, utamanya di wilayah system operasi dan database.

8. EMBEDDED SEKURITI Sekarang, sudah jadi tren bahwa semua lowongan TI mensyaratkan keahlian dan sertifikat di bidang keamanan. Apapun bidang TI-nya, perusahaan mengharapkan pencari kerja memiliki pemahaman mengenal sisi sekuritinya.

9. INTEGRASI TEKNOLOGI RUMAH DIGITAL Pertumbuhan pasar home video dan audio, serta keamanan rumah dan system lighting otomatis membuat segmen rumahan menjadi ladang bisnis teknologi yang subur. Tapi siapa yang bisa memasang sistem-sistem tersebut atau memperbaikinya ketika terjadi masalah? Coba saja ambil sertifikasi Digital Home Technology Integrator dari CompTIA dan Consumer Electronics Association.

10. NET, C#, C++, JAVA YANG PLUS Bukan hanya coder yang dicari, tapi keahlian programming. Net, C#, C++, dan Java yang dibarengi dengan kemampuan memimpin tim atau mengkoordinasikan proyek.